Friday, January 15, 2010

 Persahabatan sejati semua diawali dengan permusuhan
Persahabatan ngga selalu diliputi dengan kebahagiaan
Pertengkaran, permusuhan, cemburu, marah adalah godaannya
Akan tetapi jika kita bisa menghadapi, Pasti persahabatan akan kekal

Sebuah persahabatan bisa dibilang karib
Kalau dianatara keduanya tidak ada yang rahasia
Karena nilai persahabatan sendiri sangat simpel
Akan tetapi sulit untuk diwujudkan

Sedikit kebohongan yang dibuat dengan sengaja ataupun tidak
Akan mampu merobohkan nilai persahabatan yang terjalin
Sekalipun kebohongan itu demi kebaikan
Tapi akan tetap berujung pada perpisahan

Hubungan yang diawali dengan persahabatan
Pasti kebanyakan berakhir menjadi cinta
TAPI MENGAPA…?????
Hubungan yang di awali dengan cinta
Tidak pernah berakhir dengan persahabatan

Seorang sahabat adalah orang yang sangat spesial
Dia adalah segalanya, yang dapat mengerti kesedihan
Dia rela menunggu hingga capek badannya
Hanya ingin dapat bertemu dengan sahabatnya yang lain

Selama kita masih berada didunia ini
Carilah sahabat sebanyak mungkin
Jagalah persahabatan kalian
Jangan pernah kau lepas ikatan persahabatan kalian





 Kata "iman" dan  kata kerjanya "percaya" sering muncul dalam Al­kitab, dan memang merupakan istilah penting yang meng­gam­bar­kan hubungan antara umat  atau  seseorang  dengan Allah. Di bawah ini akan ditin­jau secara singkat  makna istilah itu dalam Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Baru. Kata "iman" yang dipakai dalam Perjanjian Baru me­ru­pakan terjemahan dari kata Yunani πίστις (pistis), sedangkan kata kerja­nya "percaya" adalah terjemahan dari kata πιστεύω (pisteuoo).  Kata-kata ini sudah dipakai dalam Septuaginta, Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama) dalam bahasa Yunani, sebagai terjemahan kata Ibrani ¤m' (aman), yang berarti keadaan yang benar dan dapat dipercayai/diandalkan. Kata ini dan kata-kata sekelompoknya dalam Alkitab Ibrani sering digunakan untuk me­nyatakan rasa percaya kepada Allah dan percaya kepada firman-Nya. Per­caya kepada Allah mencakup arti percaya bahwa Ia benar dan dapat diandalkan, mempercayakan diri kepada-Nya, dan taat serta setia kepa­da-Nya. Percaya pada firman-Nya berarti percaya dan menerima  apa yang sudah difirmankan-Nya itu.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa istilah iman dan percaya dalam Alkitab sering mengandung komponen-komponen makna sebagai berikut:
  1. percaya dan menerima bahwa sesuatu itu benar,
  2. mengandalkan/mempercayakan diri
  3. setia, dan
  4. taat 

Kata Yunani pistis sering mempunyai komponen-komponen makna seperti tersebut di atas, baik dalam Septuaginta maupun dalam Perjanjian Baru. Dalam konteks tertentu hanya satu atau dua komponen makna yang difokuskan, dan komponen lainnya tidak ditekankan, atau malahan tidak berlaku. READ MORE

dalah kerinduan hati Allah untuk memberkati kita! Adalah kehendak Allah jika kita hidup berkelimpahan! 3Yoh 2, "Saudara yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja." Lebih jelas lagi didalam terjemahan Inggris, "Beloved, I pray that you may prosper in all things and be in health, just as your soul prospers." NKJV. Dikatakan bahwa biarlah kita berkelimpahan didalam segala hal; berlimpah didalam roh, jiwa dan tubuh (fisik). Menjadi orang yang diberkati dan hidup dalam kelimpahan adalah kehendak Allah. Sama seperti seorang bapa yang senang jika melihat kepada anak-anaknya hidup dengan baik, demikian juga Bapa kita di sorga!

Pada waktu bangsa Israel disuruh keluar meninggalkan Mesir, Tuhan sendiri yang berkata : "Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa, tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu" Kel 3:21-22. Rencana Tuhan untuk bangsa Israel adalah bukan keluar dengan tangan hampa tetapi dengan tangan penuh. Bagaimana caranya?? Meminta…! Allah akan mengubah hati kita menjadi murah hati! Perhatikan apa yang dilakukan orang Israel: "Orang Israel melakukan juga seperti kata Musa barang-barang emas dan perak serta kain-kain. Dan Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka." Kel 12:35-36. Allah yang merubah hati mereka, Dia yang menggerakkan hati mereka untuk memberi! READ MORE
Wednesday, December 23, 2009

About Me

My Photo
iknazone
IKNA(Ikatan Keluarga Nasrani AMIKOM) I,M ON FIRE WITH JESUS CHRIST
View my complete profile

CHAT BOX

AMIKOM

Photobucket

PENGIKUT

Total Pageviews